November 21, 2008

Masih tegang akibat carok

BBC INDONESIA.com
Diperbaharui pada: 13 Juli, 2006
Published 12:40 GMT


Masih tegang akibat carok



Situasi di desa Bujur Tengah, Madura, dilaporkan masih tegang, sehari setelah terjadi carok masal di daerah tersebut, meski polisi sudah dikerahkan ke lokasi.
Aksi carok yang menewaskan tujuh orang dan melukai tiga lainnya itu dipicu oleh perebutan tanah kas desa oleh dua tokoh masyarakat desa tersebut.
Untuk menenangkan keadaan, Kepolisian Pamekasan menerjunkan hingga 300 personil ke desa Bujur Tengah.

Kepala kepolisian Pamekasan AKBP Adang Ginanjar mengatakan saat ini aparat berupaya keras mendamaikan kedua kelompok agar tidak kembali bertarung. "Namun hingga saat ini polisi belum melakukan penahanan terhadap orang-orang yang diduga terlibat dalam peristiwa berdarah itu," tambah AKBP Adang Ginanjar.

Pakar budaya Madura Abdul Latief Wiyata mengatakan budaya carok adalah ajang warga Madura untuk mengadu kekuatan secara kestaria guna mempertahankan harga diri. Menurutnya aksi carok pada hari Rabu dipicu oleh pertarungan kekuasaaan antara dua tokoh masyarakat di desa Bujur Tengah. Suasana di desa itu sendiri hingga kini dilaporkan masih dalam keadaan mencekam meski polisi dari Pamekasan telah dikerahkan.


1 komentar:

  1. carok malah menjadi moment berharga bagi para polisi untuk mendapatkan banyak uang. hal itu saya ketahui setelah beberapa hari pasca carok massal Bujur Tengah.
    ada di antara oknom polisi yang memeras tersangka carok hingga puluhan juta rupiah.

    BalasHapus